General

Seputar Berita Forex Terkini

Sebagai seorang trader, cara menganalisa posisi harga di market forex tentu Anda bergantung dengan semua berita ekonomi dunia, karena berkaitan dengan posisi yang akan Anda ambil saat transaksi forex. Adanya berita forex memainkan peran besar dalam keputusan saat masuk pasar forex, itulah yang dinamakan analisa fundamental. Lalu bagaimana cara memanfaatkan analisa forex fundamental ? kita akan bahas lebih lengkap dibawah ini.

Cara Menganalisa Berita Forex

Meskipun berita fundamental ini cukup berpengaruh tetapi pada umumnya bersifat sementara. Dilain sisi adanya berita fundamental ini terkadang bisa mempengaruhi trend secara makro di waktu mendatang. Jika saat ini Anda mempertahankan kalender ekonomi sebagai bahan acuan, maka selanjutnya Anda dapat menentukan berita mana yang berpotensi menyebabkan perubahan di pasar dan berita apa yang tidak perlu Anda perhatikan.

Pergerakan harga di market meningkat saat berita rilis, dan cukup sulit untuk menduga kemana harga akan bergerak. Perlu adanya strategi untuk menghadapi situasi seperti ini. Salah satu cara adalah dengan analisa fundamental. Analisa ini biasanya diwakili oleh berita atau news yang berulang secara periodik, sehingga mampu menggerakan harga di pasar forex pada saat itu.

Berita Forex Yang wajib diketahui Trader

Menghitung jumlah Pengangguran

Hampir semua Bank sentral di seluruh dunia bekerja untuk menjaga tingkat pengangguran tetap rendah dan stabil. Jadi apapun keputusan tentang moneter utama yang diambil oleh bank sentral adalah untuk mempertahankan tingkat pengangguran mendekati tingkat yang dikenal sebagai NAIRU, dimana pada dasarnya adalah tingkat pengangguran di mana inflasi di negara itu konstan.

Oleh karena itu setiap ekonomi utama melepaskan angka penganggurannya setiap bulan, dan setiap kali turun, nilai mata uang negara itu (secara teori) naik. Dengan meningkatnya hal ini karena kenyataan bahwa tingkat pengangguran turun di bawah tingkat NAIRU, bank sentral dari ekonomi ini cenderung menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Indeks Harga Konsumen

Indeks harga konsumen (Consumer Price Index – CPI) yaitu melacak tingkat inflasi suatu negara relatif terhadap tahun dasar. Jika suatu negara melalui bank sentralnya menggunakan kebijakan moneternya untuk menjaga inflasi agar tetap terkendali dalam periode tertentu. Jika tingkat inflasi telah melewati periode tersebut, maka bank sentral dapat kembali menggunakan suku bunga untuk mengendalikan inflasi di negaranya.

Rating Peringkat GDP Indonesia di ASEAN

Kalau Anda sering memakai analisa fundamental dalam transaksi forex, pasti paham apa itu istilah GDP atau Gross Domestic Product atau istilah bahasa Indonesia sering disebut dengan PDB (Produk Domestik Bruto). GDP selama ini diyakini sebagai salah satu indikator penting yang mengukur kesehatan perekonomian sebuah negara.

Intinya GDP adalah semua hal yang dihasilkan oleh masyarakat dan bisnis, termasuk gaji para pekerja. Tidak hanya itu data GDP juga adalah cara untuk mengetahui sektor perekonomian mana saja yang mengalami pertumbuhan atau penurunan.

Suku Bunga Overnight

Pihak bank-bank sentral mencoba mengendalikan suku bunga over night dengan meminjamkan uang di pasar-pasar ini dengan suku bunga overnight mereka. Dengan demikian, suku bunga overnight adalah bagian penting dari alat kebijakan moneter mereka.

Nilai tukar juga dipengaruhi oleh suku bunga Overnight yang mengalami fluktuasi.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto

Tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) pada dasarnya mengukur seberapa baik suatu perekonomian saat ini bekerja. Jadi bisa disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pertumbuhan PDB suatu ekonomi negara, maka semakin besar mata uangnya yang dapat terapresiasi. Sehingga semakin tinggi tingkat pertumbuhan PDB suatu negara relatif terhadap tingkat pertumbuhan negara lain maka akan semakin kuat mata uangnya dibandingkan dengan mata uang negara lain.

Peringkat GDP Indonesia

Nominal GDP dihitung dengan menjumlahkan semua investasi, konsumsi total, pengeluaran pemerintah, dan ekspor atau impor. Perkembangan ekonomi suatu negara bisa dilihat atau diukur dari pertumbuhan GDP atau GDP Growth Rate dan sampai seberapa jauh ekonomi negara tersebut telah tumbuh atau sedang menyusut.

Sebuah negara bisa dikatakan mampu jika memiliki PDB dengan jumlah tinggi. Setelah itu maka sebuah negara bisa mempertimbangkan banyak hal untuk menentukan kebijakan ekonomi yang bisa meningkatkan nilai PDB.

Rilis Peringkat GDP Negara ASEAN

berita forex

Apabila dilihat dari sumber data yang sudah diambil dari GDP negara-negara ASEAN yang dihimpun oleh World bank dan IMF diketahui bahwa GDP Indonesia mulai naik peringkat pertama sejak tahun 1970, dan tetap bertahan hingga tahun 2019. Bahkan diprediksi sampai tahun 2024 pun Indonesia masih akan tetap menempati urutan pertama.

Jelas sekali perbedaan jauh antara Indonesia sebagai peringkat pertama dengan Thailand di peringkat kedua. Di tahun 2019 Indonesia mencatat angka GDP 1.049 Miliar USD sedangkan Thailand hanya 494 M USD. Menyusul dibawahnya ada Singapura, Filipina dan Malaysia yang saling menyusul antara peringkat 3, 4 dan 5.

Berdasarkan data sejak tahun 2007 sampai tahun 2017 atau selama 10 tahun terakhir, GDP Indonesia senilai US$ 932,26 miliar dolar setahun, tumbuh 102,58% (7,31% YoY) dari US$ 460,19 miliar dolar. Peningkatan GDP juga diikuti oleh peningkatan Investasi di Indonesia pada tahun 2019.

Data GDP dapat dilihat dari situs Bank Dunia

berita forex

Dari infografis tersebut diketahui bahwa pertumbuhan GDP suatu negara negatif, maka akan menimbulkan terjadinya resesi ekonomi. Walaupun perekonomian suatu negara dapat dikatakan mengalami resesi apabila laju pertumbuhan GDP mengalami minus dalam tiga kuartal berturut-turut.

Bahkan dari analisa forex, perlu dilakukan perbandingan dengan periode sebelumnya dan perkiraan konsensus analis. Misalnya saja jika GDP First Estimate kuartal II di negara Y adalah 2.5%, sedangkan GDP final kuartal I adalah 2.4% dan estimasi tetap, berarti dampaknya akan mendorong mata uang menguat. Kalau ternyata di GDP Second Estimate kuartal 2, ternyata angkanya sampai turun ke 2.3%, bisa mengakibatkan mata uang melemah, kecuali bila estimasi pakar memang menyebutkan kemungkinan penurunan tersebut

Kesimpulannya :

Jika pada saat tertentu Anda menemukan berita fundamental dan Anda yakin ada data ekonomi yang diperkirakan akan memperkuat mata uang tertentu, cocokkanlah dengan tinjauan teknikalnya apakah mata uang tersebut berada dalam trend penguatan atau tidak. Jika jawabannya benar maka Anda bisa bersiap untuk membeli mata uang tersebut ketika rilis data ekonomi tersebut memang positif sesuai dengan perkiraan.

Perlu Anda ingat bahwa tidak semua analisa akan berakhir dengan keuntungan yang besar. Terkadang market justru tidak merespon data yang dirilis, atau bahkan responnya justru berkebalikan dengan teorinya yang seharusnya mata uang menguat namun justru malah melemah. Nah, pada keadaan seperti itu Anda harus jeli melihat tanda-tanda melalui analisis teknikalnya. Semoga sukses !

 

Tags
Show More
Back to top button
Close
Close